Minggu, 01 Februari 2009

PKK Sekadau Tampil di HKG ke-36 Provinsi Kalbar


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Sudah menjadi tradisi, peringatan Hari Kesatuan Gerak (HKG) Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) provinsi disambut suka cita oleh para ibu PKK. Berbagai perlombaan serta pameran mereka gelar. Pameran yang mereka gelar ada yang unik dan ada pula yang sederhana.Seperti yang dilakukan Tim Penggerak PKK Kabupaten Sekadau. Berbagai perlombaan yang dihelat oleh panitia tak pernah luput dari ibu-ibu PKK ini. Meski nampak letih tetapi semangat mereka tak pernah pudar. Karena menang atau kalah adalah hal yang wajar dalam sebuah kompetisi.Lomba menu masakan non beras dengan lauk pauk dari bahan dasar telur, lomba membuat kue atau snack dari bahan dasar sukun, lomba lansia berprestasi (minimal usia 60 tahun) cerdas cermat, lomba pidato, BKB Kemas, lomba Membaca Menulis Berhitung Keaksaraan Fungsional) (Calisting KF), lomba Mengisi Kartu menuju Sehat (KMS), lomba memasak menu non beras dengan bahan lauk telur terakhir lomba membuat makanan renja dari bahan sukun.Berbagai deretan perlombaan dilaksanakan oleh panitia itu mereka ikutinya dengan penuh antusias. Menjadi sang juara adalah cita-cita yang tak pernah luput dari setiap orang. Untuk menjadi sang juara bukan menjadi tolak ukur, karena yang terpenting, ikut terlibat aktif semua kegiatan. Demikian cita-cita yang tersingkap pada TP PKK Sekadau ini. ”Keikutsertaan kita dalam kegiatan HKG ini merupakan wujud tanggung jawab kita sebagai anggota PKK, dalam rangka mengembangkan organisasi perempuan untuk lebih baik maju dengan berlandaskan kekeluargaan,” ujar Yuspia Basila, Sekretaris TP PKK Sekadau ini.
Sovenir PKK Sekadau Laris ManisSelasa 20 Januari 2009 (tiga hari lalu), kantor bupati Landak, benar-benar disulap menjadi lautan manusia. Kantor megah itu penuh sesak oleh para pengunjung. Kedatangan mereka semata untuk melihat berbagai jenis perlombaan yang dihelat oleh panitia. Selain melihat perlombaan mereka juga ingin melihat stand. Kedatangan pengunjung ternyata membawa berkah bagi para penjuan soveir. TP PKK Sekadau salah satu stand yang beruntung karena hampir semua sovenir yang mereka jual laris manis di borong oleh para pengunjung. ”Terus terang kita senang dengan kedatangan pengunjung, berkat mereka ini kita bisa dapat rezeki,” ucap Ny. Melsa salah satu anggota PKK Sekadau ini. Dayang salah seorang pengung merasa senang dengan kegitan seperti HKG ini. Karena tanpa HKG tak mungkin ada stand. Tak ada juga yang jual sovenir. ”Kita benar-benar merasa senang, palagi kedatangan saya ini benar-benar ingin melihat berbagai keunikan sovenir yang dujual oleh para ibu-ibu PKK ini,” tuturnya.

Bupati Kunjungi TP PKK Sekadau


Hermanus HartonoBorneo Tribune, Sekadau
Disela kesibukannya Bupati Sekadau, Simon Petrus, menyempatkan diri berkunjung ke lomba memasak menu masakan non beras dengan lauk pauk dari bahan dasar telur, lomba membuat kue atau snack dari bahan dasar sukun, Rabu (21/1). Bupati didampingi Ny. Scolastica. Kunjungan ini disambuat hangat oleh TP PKK Sekadau. Pada kesempatan ini terlihat Bupati sangat antusias melihat berbagai aneka menu masakan. Usai melihat berbagai jenis menu masak dan kue yang disajikan oleh PKK Sekadau bupati juga melakukan foto bersama PKK Sekadau. Simon merasa senang dengan kreativitas yang dibuat oleh Ibu-ibu PKK. ”Kita bangga atas kreativitas yang telah dilakukan ibu-ibu PKK ini,” katanya. Jenis menu kue yang disajikan TP PKK Sekadau antara lain, pastel sukun, keripik sukun, putri mandi tajau betung, buluder sukun. Sementara menu masakan antara lain, resep kreasi olahan telur, rol telur sembunyi putong, nasi merah putih sukun, otak telur dan sop.

Simon: Ingat, Kinerja Saudara Saya Awasi


Hermanus HartonoBorneo Tribune, Sekadau”Perlu saudara ingat kinerja saudara akan saya awasi dan saya catat, jika tidak ada yang senang atau tidak puas dengan jabatan yang baru silakan buat surat pernyataan, dan saya tidak keberatan, silakan tujukan kepada Sekda. Karena saya tidak mau ada yang ngomong di belakang. Demikian ditegaskan Bupati Sekadau Simon Petrus saat melantik pejabat eselon II dan eselon III di lingkungan pemerintah kabuapaten Sekadau, di ruang serba guna kantor bupati Sekadau, Senin (19/1), kemarin.”Selain itu saya juga tidak berjanji untuk melakukan penilaian terhadap kinerja saudara baik dalam waktu 6 bulan ataupun dalam waktu 1 tahun,” papar Simon di tengah hiruk-pikuk para pejabat yang baru saja dilantik. Simon juga bilang dia tahu banyak pejabat yang keberatan menerima tugas tersebut. Tapi perlu disadari bahwa demikianlah birokrasi yang terjadi dalam dunia pemerintahan.Dalam pidatonya dengan terang Siomon mengatakan apapun yang telah saya lakukan ini demi masyarakat Kabupaten Sekadau.
”Ada banyak pembangunan yang sudah bisa dirasakan oleh masyarakat, maka saya yakin pejabat yang baru saja dilantik hari ini bisa menjalan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik demi kepentingan masyarakat Kabupaten Sekadau,” ujarnyaBahwa sebagai seorang pemimpin yang baik, bukan minta untuk dilayani tetapi untuk melayani. Hal penting lagi bahwa seorang pemimpin harus mampu memberikan contoh dan teladan yang baik kepada bawahannya.Karena berhasil tidaknya visi misi kabupaten Sekadau yang maju, mandiri dan demokratis sangat tergantung pada kesungguhan dan kinerja para pejabat, melalui bidang tugas yang sudah diberikan pada setaip satuan kerja.Terakir Simon berpesan, hal penting yang harus ditanamkan oleh pejabat yang baru dilantik agar senentiasa mencintai apapun jenis pekerjaan yang diberikan.
”Pekerjaan itu akan berhasil apabila kita mencintainya, karena menciai tidak terlepas dari rasa memiliki,” kata Simon.

Caleg yang Lolos CPNS Diberi Pilihan

Hermanus HartonoBorneo Tribune, SekadauCalon Legislatif (Caleg) yang lolos dalam seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), beberapa pekan terakhir ini sering kali mendapat sorotan tajam dari berbagai media masa, baik cetak maupun elektronik. Salah satunya caleg yang berasal dari Kabupaten Sekadau.Bahkan ada yang mengatakan, keikutsertaan para caleg dalam tes CPNS beberapa lalu, hanya sebagai ajang spekulasi atau dengan kata lain untung-untungan. Mereka tidak memiliki pendirian yang tetap, atau dengan kata lain tidak percaya akan dirinya sendiri, rasa optimismenya mungkin pudar, yang ada mungkin hanya ada kata pesimis.Mengapa, mereka meski udah tahu aturan, masih tetap saja dilanggar. Coba katakan dalam hati saya tidak ikut caleg karena saya mau jadi PNS atau sebaliknya, saya tidak mau ikut CPNS karena saya mau jadi caleg. Ini sebenarnya yang harus mereka pahami.Menjadi caleg atau memilih mengikuti tes CPNS adalah hak dari setaip orang. Namun hak tidak selamanya lepas landas. Karena aturan yang berlakukan antara dua pilihan tersebut masing-masing sudah jelas. Untuk yang ikut aktif sebagai caleg dalam aturannya dilarang memiliki status sebagai PNS demikian juga dengan aturan yang diberlakukan dalam penerimaan CPNS, bahwa CPNS tidak terlibat aktif sebagai pengurus partai.Bersyukur setelah melalui berbagai pertimbangan, caleg yang lolos CPNS itu akhirnya diberi pilihan oleh Pemerintah Kabupaten Sekadau, memilih caleg atau CPNS. Minggu lalu Sekda Sekadau Awang Asnawi saat ditemui sejumlah wartawan di ruang kerjanya menegatakan, bahwa ada kemungkinan besar Caleg yang lolos dalam seleksian penerimaan CPNS akan dicopot atau dicoret.Berpikir dengan bertindak secara kemanusian yang dilandasi suara hati, keputusan itu pun akhirnya dianulir oleh Sekda. Senin tanggal 12 Januari 2009 yang lalu masing-masing caleg yang lolos CPNS dipanggil Sekda.Pertemuan empat mata tersebut tidak lain tidak bukan untuk membahas sekaligus membuat kesepakatan yang pasti tentang kedua pilihan itu.
”Bahwa masing-masing caleg yang lolos CPNS kita diberi kebebasan untuk memilih. Namun saya butuh jawaban yang tulus dari mereka,” tegas Awang saat dikonfirmasi via telepon kemarin.Mungkin karena PNS adalah pekerjaan yang menjanjikan, tak heran dalam kesepakatan bersama tersebut lanjut Awang semua caleg yang lolos CPNS memilih mundur dari caleg sekaligus pengurus partai politik. ”Karena mereka memilih CPNS, maka mau tidak mau mereka juga harus mengurusi surat penrnyataan mundur dari DCT sebagai caleg,” tegas Awang

Natal Bersama Patih Singaria

Tanto Yakobus
Borneo Tribune, Pontianak

Masyarakat Sungai Sekadau dan sekitarnya yang tergabung dalam Paguyuban Patih Singaria di Pontianak menggelar Natal Bersama bertempat di gedung Pasifikus Jalan RA Hakim, Minggu (11/1).
Natal bersama tersebut selain dihadiri keluarga besar anggota Paguyuban Patih Singaria dan simpatisannya, juga dihadiri undangan baik dari Perkumpulan Ayong Mualang di Pontianak maupun undangan dari Kabupaten Sekadau.
Acara Natal Bersama tersebut selain ramah tamah dan kekeluargaan, sebelumnya dipersembahkan Misa Syukur yang dipimpin Pastor Anselmus, CP.
Dalam kotbahnya, Pastor mengingatkan semua untuk hidup berdampingan secara damai. Apalagi bagi perantauan dari Sekadau di Pontianak yang jelas jauh dari keluarga dan kenalan. “Pandai-pandailah membawa diri dan hidup damai di tengah-tengah masyarakat mejemuk,” katanya.
Ketua Paguyuban Patih Singaria, Kanibertus Mangguk mengajak semua keluarga agar selalu aktif dalam berbagai kegiatan paguyuban, baik arisan maupun kegiatan sosial lainnya. “Tanggal 26 Januari bertepatan dengan Imlek, kita arisan perdana di rumah pak Kimseng Jalan Tani Makmur No. 33 A. kepada seluruh warga Paguyuban silakan hadir,” himbau Mangguk.
Selain itu Mangguk juga mengabarkan ada sekarang sudah ada Forum Mahasiswa Dayak Kabupaten Sekadau (FMDKS). “Anggota forum ini mencapai 300-an orang lebih,” kata Mangguk lagi.

Penetapan SOPD Tinggal Tunggu Hari


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Isu penetapan Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOPD) masing-masing kabupaten/kota bahkan provinsi, akhir-akhir ini santer terdengar. Isu tersebut seakan membuat berhenti detak jantung para kepala dinas, badan dan kepala kantor yang kini menempati posnya. Apakah mereka masih dipakai atau tidak. Bagi yang tidak dicopot atau mungkin hanya dimutasi, ya masih bisa tertawalah. Tapi bagi mereka yang dicopot, ya apa boleh buat, itu sebuah konsekuensi yang harus diterima. Karena jabatan adalah amanah yang harus dijalankan dengan benar.
Termasuk para kepala dinas, kepala badan serta kepala kantor yang ada di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sekadau. Mau atau tidak keputusan itu harus diterima, karena demikian tradisi yang terjadi dalam pemerintahan kita.
Bupati Sekadau, Simon Petrus, saat ditemui sejumlah wartawan usai memberikan pengarahan kepada para kepala sekolah dalam rangka sosialisasikan Ujian Akhir Nasional (UAN) di aula kantor bupati minggu lalu dengan tegas mengatakan bahwa penetapan SOPD untuk kabupaten Sekadau hanya tinggal menghitung hari.
“Penetapan SOPD ini mau tidak mau harus kita lakukan sekarang, atau saya boleh katakan bahwa penetapan SOPD akan kita lakukan pertengahan Januari ini," tegas Simon.
Terkait dengan siapa kepala dinas yang bakal digeserkan, Bupati sendiri belum bisa memberi komentar. Tapi yang jelas kata Simon ada kemungkinan semua kepala dinas kantor dan badan yang ada di lingkungan Pemkab Sekadau barang kali akan digeserkan atau dengan kata lain mungkin diganti dan lain sebagainya.
Pergeseran atau pengantian kepala dinas, seperti yang disebutkan oleh Bupati tidak sembarangan. Artinya dalam pergeseran tersebut sebelumnya harus dilakukan melalui rapat kerja. "Untuk penetapan SOPD ini masih akan kita bicarakan dalam rapat, kita belum tahu siapa kepala dinas yang akan diganti, tapi yang jelas akan kita ganti, sesuai dengan kebutuhan," jelasnya.
Peralihan kantor menjadi dinas juga akan dilakukan oleh Simon. Kantor Catatan Sipil dan Kependudukan misalnya, setelah disetujui melalui APBD 2009 tidak lagi menjadi kantor tetapi sudah berubah menjadi Dinas Catatan Sipil dan Kependudukan.
Penambahan atau pergantian SOPD baru yang dilakukan Januari ini, kata Simon semata-mata untuk memenuhi segala kebutuhan yang selama ini dirasakan masih kurang. "Kita berharap dengan SOPD baru, bisa memperbaiki kinerja pemerintah, dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat," ujar Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sekadau itu.

Jatah DIPA Kabupaten Sekadau Rp28,3 Miliar


Hermanus Hartono
Borneo Tribune, Sekadau

Sekadau salah satu dari 14 kabupaten/kota yang ada di wilayah Kalimantan Barat mendapat jatah Daftar Isian Proyek Anggaran (DPIA) tahun 2009 dari KP DJPBN dan Kanwil XVI pontianak sebesar Rp. 28.344.599.00 Millar.
DIPA tersebut diserahklan oleh Gubernur Kalimantan Barat Cornelis kepada Wakil Bupati Sekadau pada tanggal 7 Januari 2009 yang lalu di balai pentitih Kantor Gunbernur Kalimantan Barat.
Faktor ketepatan waktu, sangat mutlak untuk diperhatikan, agar tidak ada alasan bagi siapa saja, untuk tidak dapat menjalankan program pembangunan yang telah direncanakan dengan baik dan matang.
"Kita berharap, agar seluruh pekerjaan yang telah direncanakan, dapat mulai dilaksanakan sejak awal tahun anggaran, dan dapat dilaksanakan tepat waktu dan maksimal," Kata wakil Bupati Sekadau saat ditemui di ruang kerjanya kemarin.
Dari Rp28.344.599.00, DIPA yang diterima, Kakandep Agama Kabupaten Sekadau yang mendapat anggaran terbesar yakni Rp5.05. 824.000. Dan masih banyak lagi instansi lain yang mendapat DIPA tersebut. Seperti BPN, KPU Pertanahan BPS dan instansi lainnya.
Terakhir Abun berkata, agar segala sesuatunya tidak mubazir maka diperlukan pembuatan program pemerintah yang berdasarkan kinerja yang kongkret, jelas sistematis dan terukur. "Kita ingin anggaran berupa DIPA yanbg kita terima ini haruslah nyata-nyata membawa manfaat bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat, kita di Kabupaten Sekadau ini," katanya lagi.